[Nur Ilahi] Hadhrat Rasulullah saw. bagaikan Pelita yang Mampu Menerangi Ribuan Pelita lain
3/11/2010 06:23:00 AMKebijaksanaan dan keutamaan akhlak Hadhrat Rasulullah saw. adalah sedemikian rupa. Sehingga, mampu menerangi orang-orang pada zaman beliau bahkan sebelum wahyu kenabian turun kepada beliau. Hadhrat Rasulullah saw. merupakan perwujudan "nûr 'alâ nûr" yang dalam QS [An-Nûr] 24:36 menjadi tempat berkumpulnya berbagai cahaya demi cahaya. Alquran pun dalam QS [Al-Aĥzab] 33:47 menyebut beliau saw. sebagai "Sirôjam-munîro" dan bahwa indahnya kearifan yang menjadi julukan beliau merupakan bagaikan suatu dian yang mampu menerangi ribuan lentera. Dalam meneladani Hadhrat Rasulullah saw., ratusan ribu insan mampu mencapai kedudukan dan meraih cinta kasih sebagai sebuah anugerah. Demikian khotbah jumat yang Imam Jemaat Ahmadiyah Internasional Sayyidina Hadhrat Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad atba. sampaikan dari Mesjid Baitul Futuh London pada tanggal 22 Januari 2010, mengawali topik tentang nur Ilahi yang memanifestasi dalam diri Hadhrat Rasulullah saw..
Mengutip sebuah hadis, Hudhur atba. menguraikan bahwa Hadhrat Rasulullah saw. telah bersabda bahwa hal yang pertama kali Allah swt. ciptakan adalah nur. Sejak awal Allah telah memutuskan bahwa nur yang telah diberikan kepada Hadhrat Rasulullah saw. tidak akan mewujud pada masa-masa awal maupun akhir. Dalam sebuah mimpi, Ibunda beliau, Hadhrat Aminah r.a., melihat cahaya yang muncul dari dalam dirinya yang menerangi istana negeri Syiria. Ini artinya, Allah swt. telah memberikan kabar suka kepada Hadhrat Aminah r.a. yang telah melahirkan putranya dalam keadaan menjanda dan beliau tidak hidup untuk melihat seluruh masa hidup anak-anak dari putra beliau yang agung tersebut. Allah swt. menghibur beliau bahwa keyatimpiatuan putera beliau tidak akan memiliki kehidupan yang serba kekurangan, melainkan dirinya yang akan menjadi sumber nur bagi seluruh umat manusia.
Dalam satu hadis, wujud beberkat Hadhrat Rasulullah saw. dilukiskan sebagai pribadi yang bermartabat dan berparas tampan. Gemerlap wajah beberkat beliau adalah bagai kilau bulan purnama. Hadis lain mengisahkan bahwa seorang Sahabat Nabi pernah melihat Hadhrat Rasulullah saw. yang saat itu mengenakan pakaian merah dan tengah bermandikan cahaya bulan purnama. Seraya membandingkan, Sahabi itu berkali-kali bergantian melihat bulan dan diri Hadhrat Rasulullah saw.. Bagi diri Sahabi tersebut, wajah Hadhrat Rasulullah saw. adalah lebih menarik daripada bulan. Kulit paras muka beliau saw. bagaikan terbuat dari perak. Nur yang tampak dari beliau dapat dilihat oleh semua orang. Ketika para Sahabat melihat wajah beliau pun, sebelum menerima Islam, mereka akan tahu wajah beliau adalah bukan wajah seorang pendusta.
Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, [nur Ilahi] Hadhrat Rasulullah saw. bagaikan pelita yang mampu menerangi ribuan pelita lain. Fenomena ini digenapi dalam masa kehidupan beliau saw..
Hadhrat Rasulullah saw. bersabda bahwa beliau akan mengenali orang-orang yang telah meraih nur beliau, karena pada hari kiamat, mereka akan diberikan catatan amalan mereka masing-masing di tangan kanan mereka. Pada wajah mereka terlihat bekas atau pengaruh-pengaruh baik karena banyaknya sujud mereka ke hadapan Allah dan nur akan berada di depannya. Allah swt. telah memberikan hal ini sebagai indikasi para pewaris surga dalam QS [Al-Fat`ĥ] 48:30.
Hudhur atba. menjelaskan bahwa 'nur yang akan berada di depan orang-orang itu' karena kesiapan dan ikhtiar mereka demi mencari dan meraih keridaan Allah swt.. Kita harus sangat peka akan hal ini. Hadhrat Rasulullah saw. bersabda bahwa orang yang pergi ke masjid selama masa-masa kegelapan diberi kabar suka berupa nur yang sempurna pada hari kiamat. Tobat dan syafaat berkait kelindan dengan orang yang diberkati Hadhrat Rasulullah saw..
Diceritakan bahwa ketika hari kiamat, setelah mengumpulkan para Awwalin dan Akhirin, Allah swt. akan menjalani penghakiman-Nya, orang-orang yang beriman (para mukmin) akan bertanya, siapa yang akan memberikan syafaat kepada Tuhan kita atas nama kita.
Mereka pergi kepada Adam a.s. dan bertanya kepadanya sebagaimana Allah telah menciptakannya dengan tangan-Nya. Tapi Adam mengirim mereka ke Nuh a.s.. Lalu Nuh mengirim mereka ke Ibrahim a.s. yang seterusnya membimbing mereka kepada Musa a.s.. Kemudian, Musa akan mengirimkan mereka kepada Isa a.s.. Isa akan bersabda bahwa beliau akan memandu mereka kepada Nabi Muhammad saw.. Selanjutnya, para mukmin akan pergi ke beliau saw..
Allah swt. akan mengizinkan Hadhrat Rasulullah saw. untuk berdiri di hadapan-Nya dan memberikan syafaat. Kemudian, Allah swt. akan menanamkan nur di seluruh wujud Hadhrat Rasulullah saw.. Lalu, orang-orang yang tidak beriman akan meminta syafaat kepada iblis atas nama mereka, karena memang dia yang telah memimpin mereka kepada kesesatan. Tetapi iblis akan mendorong mereka ke dalam neraka. Iblis akan mengatakan bahwa pasti Allah swt. telah berikan kepadanya suatu janji yang benar dan Allah swt. senantiasa benar dalam janji-Nya.
Kedudukan nur Hadhrat Rasulullah saw. adalah lebih unggul daripada nabi-nabi lain dan hanya beliau-lah yang akan diberi wewenang syafaat. Ribuan selawat serta salam yang kita panjatkan kepada atau untuk beliau saw. bakal menyuburkan kehidupan kita di dunia ini dan di akhirat nanti.
Hadhrat Rasulullah saw. bersabda, saat pagi tiba kita harus mengatakan, "Kami telah tiba di pagi hari dan demikian pula semua kedaulatan Allah, siapakah Penguasa alam semesta? Ya Allah, aku meminta kebaikan kepada Engkau pada hari ini. Aku mencari keberhasilan dan pertolongan hari ini dari Engkau. Aku mencari nur, berkat dan bimbingan pada hari ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kegelapan pada hari ini dan kejahatan apa pun yang mengikutinya."
Beliau saw. bersabda bahwa doa ini harus diulang pada malam harinya.
Hudhur atba. menjelaskan bahwa doa-doa diperlukan untuk meraih nur, rida Allah swt., dan meningkatkan taraf hidup seseorang di dunia ini dan di akhirat nanti. Cara terbaik adalah mendirikan salat lima waktu sehari semalam sebagaimana yang telah Allah swt. tentukan.
Hadhrat Rasulullah saw. bersabda bahwa siapa pun yang melafazkan sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir QS Al-Kahfi sambil memahami arti dan tafsir, lalu mengamalkan serta menginternalisirnya ke dalam jiwa, ayat-ayat tersebut akan menjadi nur bagi kita dari ujung kepala hingga ujung kaki. Siapa saja yang mengucapkan seluruh Surah tadi, nur tersebut akan menjadi nur bagi kita di antara langit dan bumi. Ayat-ayat tersebut adalah sebagai perlindungan dari Dajjal. Bentuk keburukan Dajjal adalah berupa penolakan Keesaan atau Ketauhidan Allah swt.. Dengan membacakan ayat-ayat itu, ada kebutuhan besar pada masa sekarang ketika eksistensi Dajal menjadi sesuatu hal yang lazim. Sekedar melafazkan ayat-ayat itu adalah tidak cukup. Kita pun harus mematuhi sang wujud teladan yang beberkah Hadhrat Rasulullah saw..
Ada doa lain yang Hadhrat Rasulullah saw. ajarkan kepada kita, yaitu: "Ya Allah, anugerahkanlah kebaikan hati kepada kami, damaikan kami dan bimbinglah kami pada jalan kedamaian. Selamatkan kami dari kegelapan dan tuntunlah kami kepada nur. Selamatkan kami dari hal yang membawa kepada keburukan dan kegelapan baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi. Berkati pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, isteri/suami kami, dan anak-anak kami. Mendekatlah kepada kami. Engkau-lah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Jadikan kami sebagai hamba yang senantiasa terus bersyukur atas berkat-Mu. Jadikan kami, muliakan kami, dan terimalah kami sebagai pribadi di antara orang-orang yang senantiasa-terus bersyukur tersebut. Sempurnakanlah berkat-Mu bagi kami."
Hudhur atba. bersabda berkat terbesar bagi diri seorang mukmin adalah memperkokoh keimanannya, melakukan pekerjaan dengan baik, dan mematuhi perintah-perintah Allah swt..
Di sela-sela menunaikan Salat Tahajud, mengacu pada suatu hadis Nabi saw., kita diajarkan juga doa—sebagai berikut: "Ya Allah, hanya Engkau-lah yang patut dipuja. Hanya Engkau-lah Pemelihara seluruh langit dan bumi serta apa-apa yang ada di dalamnya; hanya Engkau-lah yang layak disembah. Berdaulatlah segala kepunyaan Engkau yang berada di seluruh langit dan di bumi; hanya Engkau-lah yang patut disembah. Engkau-lah nur seluruh langit dan bumi serta apa-apa yang ada di dalamnya; hanya Engkau-lah yang patut disembah—Sang Penguasa seluruh langit dan bumi. Hanya Engkau-lah yang patut disembah; Engkau-lah Kebenaran, janji-Mu adalah Kebenaran, bertatap muka (liqo) dengan-Mu adalah Kebenaran, firman-Mu adalah Kebenaran, Surga adalah Kebenaran, dan Neraka adalah Kebenaran. Para nabi adalah Kebenaran, Muhammad (saw.) adalah Kebenaran, dan kepastian Hari Pembalasan itu adalah Kebenaran. Ya Allah. Aku rujuk kepada-Mu, beriman kepada-Mu, aku bertawakal kepada-Mu, dan tunduk kepada-Mu; dan dengan pertolongan-Mu, aku berusaha keras. Hanya kepada Engkau-lah aku berserah. Ampunilah kelemahan-kelemahan dan kekhilafan-kekhilafan: yang telah kulakukan pada masa lalu maupun kepada orang-orang, maupun yang akan saya lakukan di masa mendatang; dan juga yang saya lakukan secara diam-diam atau terang-terangan. Engkau-lah yang awal dan Engkau-lah yang akhir. Tiada yang patut disembah kecuali Engkau."
Ada sebuah doa lain yang Hadhrat Rasulullah saw. ajarkan kepada kita, yaitu: "Ya Allah, akulah hamba-Mu, putra dari hamba-Mu, dan khadim Engkau. Di tangan-Mu-lah mahkota kepalaku Engkau pegang. Perintah-Mu menjadi pedomanku, dan keputusan-Mu bagi saya adalah berdasarkan keadilan. Aku memohon kepada Engkau melalui salah satu dari nama-nama-Mu yang Engkau gunakan dalam merujuk diri-Mu; atau, yang telah Engkau ajarkan «kepada seseorang sebagai makhluk-Mu, yang telah Engkau nyatakan di dalam kitab-Mu, atau yang telah Engkau pilih untuk 'tetap-tidak-tampak' dengan-Mu di alam gaib» untuk menjadikan Alquran sebagai mata air bagi hatiku, nur di dadaku, dan sumber pelipur lara serta duka."
Hadhrat Rasulullah saw. bersabda, Allah swt. akan menjauhkan kesedihan dan penderitaan seseorang yang berdoa tentang hal tersebut dan menggantinya dengan kesukacitaan. Seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah [saw.], seharusnyakah kita mempelajari hal ini?" Beliau saw. menjawab, "Tentu saja, setiap orang yang mendengarnya harus mempelajarinya."
Dalam salah satu khotbah sebelumnya, Hudhur atba. telah menjelaskan bahwa Hadhrat Rasulullah saw. dan Alquran merupakan nur yang melaluinya orang dapat melindungi diri dari serangan syaitan. Menjadikan Alquran sebagai mata air pada hati seseorang artinya adalah membaca, memahami dan mengamalkan ajaran-ajarannya.
Kemudian, doa berikutnya lagi yang Hadhrat Rasulullah saw. ajarkan: "Ya Allah, aku mencari kasih-Mu yang khusus. Semoga Engkau memandu nurani-Ku dan mengatasi masalah-masalahku dan menjadikan urusan-urusanku membaik. Jadikan aku bersama di antara orang-orang yang telah terpisah dariku dan tinggikan derajat orang-orang yang berada di dekatku.
"Dengan kasih-Mu, sucikan amalanku dan berikan petunjuk kepadaku, semoga orang-orang yang kucinta dipersatukan denganku; tentunya, sebuah kasih sayang yang khusus yang bakal melindungiku dari segala kegelapan. Ya Allah, berikan aku keimanan dan kepastian yang kekal yang tidak bakal terjadi bila saat tidak beriman…."
Selanjutnya Hudhur atba. bersabda, mengingat kemuliaan status Hadhrat Rasulullah saw. dan fakta sabda beliau saw. tadi, doa-doa tersebut seharusnya membuat kita sadar sesunguh-sungguhnya. Kita perlu memanjatkannya.
Doa itu masih ada sambungannya: "…Aku mencari kesuksesan dari Engkau dalam setiap keputusan dan keinginan demi menjalani hidup berupa keridaan sebagai syuhada dan kemenangan atas lawan. Wahai Sang Penguasa, aku datang kepada-Mu dengan keinginanku. Bahkan jika pikiran saya rusak dan perencanaanku lemah, aku masih membutuhkan kasih sayang-Mu.
"Wahai Yang Maha Kuasa-memutuskan segala hal, dan wahai Engkau Yang Maha Memberi-ketenangan hati, aku mohon kepada Engkau: Selamatkan aku dari siksa neraka sebagaimana Engkau menyelamatkan manusia dari lautan yang bergolak; selamatkan aku dari kehancuran dan dari siksa kubur.
"Wahai sang Penguasa-Ku, mungkin ada doa yang kupikir tidak kusadari dan mungkin ada urusan yang tidak saya cari dari Engkau; ya, kebaikan yang bahkan aku belum mampu meniatkannya. Bila Engkau telah menjanjikan kebaikan tersebut bagi siapa pun dari makhluk-Mu atau Engkau menganugerahinya kepada orang-orang, semoga aku cenderung kepada semua kebaikan itu.
"Wahai sang Penguasa semesta, aku mencari kebaikan itu dari Engkau, melalui kasih sayang-Mu. Wahai sang Penguasa dan Pemberi petunjuk, aku mencari kedamaian-kepasrahan-dan-keselamatan dari Engkau pada hari kiamat, dan aku mengharap surga-Mu yang di dalamnya kekal. Tentu saja, Engkau-lah Yang Maha Penyayang dan Maha Mencintai orang-orang yang di dalam jemaahnya terdapat: orang-orang yang dekat kepada-Mu dan berserah diri kepada wujud-Mu; orang-orang yang sujud kepada-Mu; dan, orang-orang yang memenuhi janji-janjinya. Tanpa diragukan lagi, Engkau melakukan apa yang Engkau rencanakan.
"Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang dibimbing para pemimpin yang tidak sesat. Jadikan kamu pula orang-orang yang tidak memimpin orang lain menjadi sesat."
Hudhur atba. bersabda, bila umat Islam mengucapkan doa tersebut disertai niat tulus, mereka bakal mampu menerima Imam Zaman.
Kelanjutan doa itu masih ada: "Demi cinta-Mu, kami mencintai setiap orang yang mencintai-Mu; dan demi Engkau, tahanlah permusuhan bagi mereka yang menentang dan memusuhi Engkau. Ya Allah, itulah doa kerendahan hati kami dan pengabulannya tergantung kepada Engkau. Ya Allah, doa ini merupakan seluruh upaya dan rencana kami dan semua itu tergantung Engkau.
"Ya Allah, tanamkanlah nur untukku di dalam hatiku; dan pula, terangilah maqam atau kuburanku [nanti dengannya]. Hadirkanlah nur di hadapan dan di belakangku, di sisi kiri, di atas, dan di bawahku. Isikan pendengaranku, penglihatanku, dan rambutku dengan nur, dan jadikan kulitku bercahaya karenanya, tanamkanlah nur dalam daging, darah, otak dan tulang-tulangku.
"Ya Allah, tanamkan keagungan nur dalam hatiku. Jadikan aku perwujudan dari nur itu. Maha Suci Allah Yang Maha Agung dan Maha Terpuji… Sucilah Dia Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Sucilah Dia Yang Maha Mulia. Sucilah Dia Sang Pemilik Kemuliaan dan Kehormatan."
Di akhir khotbah, Hudhur atba. berdoa, semoga Allah swt. yang memperkenankan kita untuk mampu memahami, mampu mengucapkan doa tersebut dan mampu meraih kebaikan. Semoga kita diberkati dengan nur yang Hadhrat Rasulullah saw. bawa. Semoga rasa kasih sayang yang beliau telah ajarkan melalui doa-doa ini bagi kita, mampu kita ajarkan lagi kepada yang lainnya. Semoga Allah memperkenankan kita untuk mengerjakan segala sesuatu untuk mencari rida-Nya dan memungkin kita untuk meninggikan kasih Hadhrat Rasulullah saw. di atas semua cinta di dunia ini; dan dengan berbuat demikian, memungkinkan kita memenuhi semua keinginan dan harapan umat beliau. Semoga kita—setelah meraih kebaikan dari "nûr 'alâ nûr"—memuliakan hak-hak umat.[] (Alislam.org/Rahmat Ali—Kebayoran, 6 Maret 2010)
SEMINAR MENULIS OPINI BERSAMA GOENAWAN MOHAMAD (was Fwd: [etfnarasi] Fwd: Belajar Menulis Opini Bersama Goenawan Mohamad)
3/10/2010 09:34:00 AMFrom: Ir+++na <i+++@gmail.com>
Date: 2010/3/10
Subject: [e+++] Fwd: Belajar Menulis Opini Bersama Goenawan Mohamad
To: et+++@yahoogroups.com
From: m+++ <m+++@yahoo.com>
Date: 2010/3/9
Subject: Belajar Menulis Opini Bersama Goenawan Mohamad
To: pub+++@palyja.co.id, mar+++@ekatjiptafoundation.org, ise+++@gmail.com, irm+++@gmail.com, fnu+++@gmail.com, dsa+++@wwf.or.id, ara+++@wwf.or.id, iha+++@ihap.or.id
Teman-teman yang baik,
Mohon izin berbagi informasi. Mohon pula diteruskan kepada kawan-kawan lain. Terimakasih.
salam hormat,
Mardiyah Chamim
Direktur Eksekutif Tempo Institute
*****
SEMINAR MENULIS OPINI BERSAMA GOENAWAN MOHAMAD
TEMPO INSTITUTE dengan bangga menghadirkan seminar "Menulis di Zaman 2.0". Investasi berharga bagi siapa pun yang ingin berbagi gagasan kepada publik.
Zaman kian bergegas seiring derap teknologi. Media beropini tak lagi hanya koran dan majalah. Anda bisa menuangkan gagasan di blog, Facebook, Twitter, You Tube, dan berbagai laman penyedia lahan jurnalisme warga.
Arena beradu pendapat semakin luas berkat jejaring web 2.0 yang menjadikan dunia tak lagi berbatas. Sebuah fenomena yang perlu kita imbangi dengan menguatkan piranti lunak utama, yakni kemampuan menuangkan gagasan.
TEMPO INSTITUTE bersama Paramadina menyelenggarakan seminar menulis opini dengan menghadirkan penulis senior dan editor rubrik opini. Seminar ini, digelar pada 30 Maret 2010, di Kampus Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, adalah menu wajib bagi Anda yang ingin bersuara dan berbagi gagasan.
Goenawan Mohamad, wartawan senior dan pendiri TEMPO, untuk pertama kalinya akan buka-bukaan tentang rahasia proses kreatif di balik Catatan Pinggir. Toriq Hadad (Pemimpin Redaksi Majalah TEMPO) dan Kornelius Purba (Redaktur Opini The Jakarta Post) akan berbagi tips dan kiat menembus barikade dewan redaksi. Kriteria tulisan yang layak dimuat sebagai kolom atau opini akan diuraikan di sini.
Seminar ini juga menghadirkan Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Jaleswari Pramodhawardani (peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), dan Wicaksono "Ndoro Kakung" (narablog, Redaktur TEMPO). Mereka bertiga akan membagi jurus menulis opini, baik melalui media konvensional maupun media sosial.
Nah, tunggu apa lagi? Jangan sampai ketinggalan. Kami membatasi peserta hingga 50 orang dengan investasi Rp 1.500.000 per orang (plus BONUS 3 bulan langganan gratis KORAN TEMPO).
Informasi lanjutan terdapat di http://www.tempoinstitute.org/index.php/2010/02/24/seminar-menulis-opini-di-zaman-2-0/
Sila menghubungi Sdr. Noer Hayati di 021-71102154 untuk keterangan lebih lanjut.
Mari menajamkan pena, mari menyebarkan gagasan ke seluruh dunia.
--
Irm+++
http://dawala.wordpress.com [lagi belajar nulis
--
[istghfr-tsbh-slwt-wsslm]
www.RahmatAli.web.id
"Love for All, Hatred for None"
--sent from Gmail.com--
[Book Review] Mark Vernon - The Philosophy of Friendship
3/09/2010 12:18:00 PMA tremendous burden is being placed on friends. Individuals want friends more than family. Couples want to marry a friend - a very novel idea. And at the social level, politicians, sociologists, even bishops realise that in the anonymity of the networked age, friendship is increasingly important to care, commitment and belonging.
Friendship, we believe or hope, is elastic enough to connect us across the web of complex lives, and strong enough not to snap. But is it? For whilst many are turning to friendship, few are asking what they are turning to.
In this new, accessible philosophy of friendship, Mark Vernon examines the love called friendship upon which so much happiness depends. He links the resources of the philosophical tradition with numerous illustrations from modern culture to ask about friendship and sex, work, politics and spirituality. Unusually, he argues that Plato and Nietzsche, as much as Aristotle and Aelred, should be put centre stage. Their penetrating and occasionally tough insights are invaluable if friendship is to be a full, not merely sentimental, way of life for today.
--

REVIEWS:
'Friendship may seem to be both too familiar yet too elusive and ambiguous a topic to consider on its own out of the context of novels or biographies. However, Mark Vernon convincingly refutes this notion and reconsiders the contributions of philosophers from Aristotle and Plato to Nietzsche and Emerson. The result is a wise and accessible discussion of the perils and promise of friendship, providing a beacon of hope to encourage us through the many confusions in our personal lives and suggesting its wider political and spiritual implications. This is definitely philosophy for next Monday morning and it deserves to reach a wide general readership.' - Ray Pahl, Emeritus Professor of Sociology, University of Kent at Canterbury, and author of On Friendship
'Friendship is a subject which has been much neglected by recent philosophy. Mark Vernon's engaging and accessible yet thorough book rediscovers the rich contributions philosophers of the past have made to the subject and shows how these discussions are more relevant today than ever. It is also of much more than theoretical interest, as it illuminates in surprising ways a facet of life important to everyone. Everyone will learn something of value by reading this book, whether their primary interest lies with friendship or philosophy. The Philosophy of Friendship revivifies and sets the agenda for its eponymous subject.' - Julian Baggini, Editor of The Philosopher's Magazine and author of What's it all about? Philosophy and the Meaning of Life
'Mark Vernon is the best kind of friend of friendship, who is well aware of how its variations and transmutations elude any individual or ideological appropriation. His treatment is wide-ranging and open-ended, exemplary both in lucidity of exposition and in range of sympathy. He is at once celebratory and common-sensical, appreciative of friendship's aspirings and perceptive of its fallings short, respectful of its indebtedness to ethical tradition, and hopeful of its fecundity in social innovation. Readers will place themselves variably within the spectrum of possibilities that he displays, but with an enhanced sense of the alternatives that one's own choices leave open to others.' - Anthony Price, Birkbeck College, London, UK
Reviews of the hardback edition
'A history of the idea of friendship through the works of various thinkers from Plato to Nietzsche. It's genuinely useful, lucid, informative and wise.' - The Independent, Books of the Year 2005
'A wonderfully thoughtful and timely reflection on the importance of friendship in helping us become honest, courageous and wise.' - Stuart Jeffries, The Guardian
'A very readable mix of self-help and technical philosophy, this inquiry explores the potentially detrimental effects of dissimulation, sexuality and the workplace on friendship, as well as looking more generally at the political and ethical issues. Ultimately, Vernon argues that in its purest form friendship is a way of life. Indeed, like Socrates, he believes philosophy and friendship have much in common: they are both founded upon the love that seeks to know'. - PD Smith, The Guardian
--
CONTENTS:
Acknowledgements
Introduction: The Ambiguity of Friendship
Friends at Work
Friends and Lovers
Faking It
Unconditional Love
Civic Friendship
Politics of Friendship
The Spirituality of Friendship
Conclusion: Philosophy and Friendship
Further Reading and References
Appendix: Plato and Aristotle on Friendship
Index
--
AUTHORS:
MARK VERNON is a freelance journalist, media consultant and broadcaster. He published Business: The Key Concepts with Routledge in 2002 as well as chapters on philosophy in various academic's books. The author was a priest in the Church of England 1994-1996 and holds a PhD in Philosophy from Warwick University, UK.[]
--
[istghfr-tsbh-slwt-wsslm]
www.RahmatAli.web.id
"Love for All, Hatred for None"
--sent from Gmail.com--
Emang Bisa Menjadikan Pasangan Anda sebagai Sahabat? (was Re: [ah+++] Bersahabatlah dengan pasangan anda..)
3/07/2010 07:55:00 PMBersahabat dg pasangan Anda? Why not? :-)
Dlm 'QS...?', Alquran menulis: "Alloohu waliyyulladziina aamanuu...--Allah swt. adlh sahabat bg org2 yg beriman"
Ini menarik. Betapa Allah memakai kata "sahabat", bukan: isteri, anak, putera, om, tante, dst.. Why? Krn "sahabat" menembus semua batas, ga peduli dia apa, siapa, bagaimana, agamanya, status sosialnya, dst..
Maka, realitas sosial sdh membuktikannya. Jangan heran klo selama ini, ada anak yg lebih memilih sahabat dr antara teman-teman sekolahnya atau teman di Facebook-nya untuk bisa bercurhat. Pasangan Anda, juga begitu, mereka bisa lebih terbuka untuk menceritakan kelakuan suami/isteri Anda kpd tukang sayur, pembantu, atasan, boss, atau teman kantor.
Lantas, kepada pasangannya itu atau di antara mereka, tlh dikemanakankah itu "Quuluu qaulan-syadiidaa, yushlih-Lakum a'maa-Lakum"-nya?
Hehehe...
Assalamu'alaikum
Dalam berumah tangga, saya yakin banyak kendala yang dihadapi. Masalah datang tidak hanya dari luar, juga dari dalam.Di dalam surah Al-Baqarah ayat 188 tersurat, "..mereka adalah pakaian [212] bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka.."Dan tafsir untuk penggalan kalimat ini adalah:"Betapa indahnya Alquran telah melukiskan denga kata-kata singkat ini hak dan kedudukan wanita dan tujuan serta arti pernikahan dan hubungan suami istri. Tujuan pikik perkawinan, demikian ayat ini mengatakan, ialah kesentausaan, perlindungan, dan memperhias kedua pihak, sebab memang itulah tujuan mengenakan pakaian ( 7:27 dan 16:82 ). Sudah pasti tujuannya, bukan hanya semata-mata pemuasan dorongan seksual. Suami-istri sama-sama menjaga satu sama lain terhadap kejahatan dan skandal."Saya hanya ingin berbagi karena tadi malam sempat menyimak Mario Teguh Golden Ways di antara program TV lainnya. Penggalan yang saya simak sangat menarik, tentang menjadi sahabat bagi pasangan.Saya cari di google resumenya dan saya dapatkan kurang lebihnya di sini: http://salamsuper.com/mario-teguh-golden-ways-28-februari-2010-cara-bahagia-bergaransiPenggalan MTGW yang sempat saya simak dan tetap menjadi pembelajaran bagi saya pribadi adalah:"Apabila anda marah kepada pasangan anda, maka selesaikanlah masalah itu sebelum anda tidur.Jangan sampai kemarahan itu dibawa tidur dan bangun tidur masih marah, itupun kalau bisa betul2tidur.Maka kalau begitu jangan bertengkar, kalau bisa dilakukan dengan baik, maka baiklah.Apabila seorang pasangan mengatakan pernikahannya tidak bahagia, itu bisa dua-duanya salah.Karena pernikahan itu jika mau berbahagia bukan cinta dan bukan sayang saja, itu hanya gaya ABG. Yangmembuat suami istri ini bertahan lebih lama, jika kita bersahabat.Bukan kurangnya kasih sayang, tetapi tidak cukupnya persahabatan. Jadi sahabatkan-lah diri anda dengan pasangan hidup anda.Cara agar ikatan suami istri lebih baik, hal pertama yang harus dipahami adalah tujuan anda menikah itu untuk apa?. Tidak mungkin menikah hanya untuk menemukan dua hal berbeda yang disukai masing2. Kedua: pahami juga apakah rencana anda menikah sampai tua?, jika ya, kenapa anda tidak senang bersama-sama?Banyak orang yang tertarik pasangannya di waktu muda, tetapi semakin tua rasa ketertarikan itu mulai memudar.Jadi kalau begitu bagaimana kalau yang menikah dengan dua orang yang berbeda itu, dirubah menjadi satu orang yang sama; yaitu.. sahabat. Sahabat adalah satu jiwa dalam dua badan yang terpisah.Jadi kalau mau pernikahan anda bahagia, sahabatkanlah diri anda kepada pasangan anda. Mulai dari sekarang mengalahlah. Mengalah itu mengijinkan orang menang; berarti pemenang yang sesungguhnya adalah orang yang mengalah.Mulai dari sekarang, apakah anda membuat pasangan anda rindu untuk bersama anda? Apakah pasangan anda tidak bisa melakukan sesuatu tanpa tanya dulu kepada anda?Maka dari itu bersahabatlah, kan rencana anda menikah untuk tua bersama-sama.Cara bahagia bergaransi ini, betul2 bergaransi. Maka mulai dari sekarang ikhlas-lah menggunakan cara yang baik.Orang2 yang tampil sangat suci, bicara banyak menyebut nama Tuhan, masih juga banyak menympan ilalang di taman surga, masih juga menyimpan semak2 berduri yang beracun dihatinya.Jadi ikhlaslah menjaga dari pikiran tidak baik,dari perasaan tidak baik, menjaga prilaku kita, memuliakan diri kita dan orang lain.Jangan pikirkan, apakah yang kita lakukan dengan baik akan membahagiakan kita atau tidak. Jangan syaratkan harta untuk menentukan kebahagiaan.Jangan menentukan orang lain baik atau tidak kepada kita untuk berbahagia. Anda lengkap untuk diri anda sendiri.Jadikanlah anda penyebab bagi kebahagiaan anda dan semua jiwa yang anda sentuh. Jadikan pribadi anda yang lebih ikhlas berlaku baik. Lalu perhatikan apa yang terjadi."Diriwayatkan Rasulullah saw bersabda:"Tidak ada perkara yang lebih bagus bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah daripada istri yang shalihah. (Yaitu), bila ia menyuruhnya maka ia mentaatinya, bila suami memandangnya membuat hati senang, bila bersumpah maka ia mendukungnya, dan bila ia pergi maka ia dengan tulus menjaga diri dan hartanya." (HR. Ibnu Majah)"Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya" (HR Tirmidzi, no. 3830 dan Ibnu Majah, no. 1967)Sepertinya "mensahabatkan diri dengan pasangan" adalah cara yang sangat baik untuk menjelaskan hubungan kedua Hadits ini.Semoga kita bisa menjadikan pasangan dan anak-anak kita sebagai penyejuk mata kita. Amiin. InsyaAllahWassalam-d+++-
--
Swords can win territories but not hearts, forces can bend heads but not minds
Love for All, Hatred for None
--
[istghfr-tsbh-slwt-wsslm]
www.RahmatAli.web.id
"Love for All, Hatred for None"
--sent from Gmail.com--
Suatu hal yang tidak tertera dalam akidah seseorang, tidak dapat dituduhkan atau dicela hanya berdasarkan pada dugaan, khayalan maupun cerita yang bohong belaka; sebab, tuduhan dan celaan semacam itu hanya akan menambah kebencian serta permusuhan
2/21/2010 07:10:00 PMBerikut adalah adaptasi dari tulisan Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad r.a. (1889—1965), Khalifatul Masih II Jemaat Ahmadiyah Internasional menulis dalam bukunya Sirat Masih Mau'ud a.s. (Bahasa Urdu, 1948) atau dalam Bahasa Indonesia: "Riwayat Hidup Mirza Ghulam Ahmad".
Pada tahun 1897 dan 1898, perdebatan-perdebatan agama terjadi berulang kali. Hal itu mempertajam pergesekan antar golongan di kalangan penduduk India. Keadaan yang kacau dan bergejolak itu dimanfaatkan oleh sebagian orang yang bertujuan politik untuk menghasut khalayak umum menentang pemerintah. Untuk menghindari keadaan kacau yang tidak diharapkan, pemerintah telah membantuk Undang-undang Sedition. Tetapi, keadaan di India semakin kacau dan undang-undang tersebut tidak mendatangkan dampak yang baik.
Di India, pengaruh agama sangat mendalam. Dan orang India lebih rela berkorban untuk agama daripada untuk politik. Tetapi, Undang-undang Sedition tidak menutup pintu pergeseran dan pertentangan agama. Lagi pula hal itu tidak dianggap perlu dan penting oleh pemerintah. Hal-hal yang tidak dipahami oleh para petinggi negeri pada waktu itu, ternyata telah dipahami betul oleh Hadhrat Ahmad a.s., walapun beliau berdiam di tempat yang sepi dan terpencil. Maka pada bulan September 1897, beliau a.s. telah menyampaikan sebuah memorial (imbauan) kepada Lord Eligen, raja muda di India, dan dicetak serta disiarkan. Dalam surat itu, Hadhrat Ahmad a.s. mengatakan bahwa sumber kekacauan dan keributan ini adalah pergeseran dan perselisihan agama, yang menimbulkan kegelisahan serta pergolakan dalam perasaan masyarakat umum. Dan kesempatan ini lalu dimanfaatkan oleh sebagian orang untunk menentang pemerintah. Maka di dalam UU Sedition itu harus ditambahkan lagi larangan untuk melontarkan ucapan-ucapan kasar serta melewati batas kesopanan dalam perkara agama satu sama lainnya. Hadhrat Ahmad a.s. mengemukakan tiga pasal berikut ini:
1. Harus ditetapkan undang-undang bahwa pengikut suatu agama boleh memaparkan keindahan-keindahan agamanya, tetapi dilarang untuk menyerang agama lain. Peraturan ini tidak akan menggangu kemerdekaan beragama dan tidak akan membantu suatu agama tertentu dengan berat sebelah. Hendaknya tiap-tiap agama pun menyetujui peraturan yang adil ini, yakni tidak boleh menyerang agama lain.
2. Jika peraturan nomor 1 tidak disetujui, sekurang-kurangnya ditetapkan bahwa suatu agama tidak dibenarkan menyerang atau mencela perkara-perkara tertentu dalam agama lain yang mana perkara-perkara tersebut ditemukan juga di dalam agama itu sendiri. Yakni, tidak boleh mencela agama lain, dimana cela itu pun terdapat di dalam agamanya sendiri.
3. Sekiranya peraturan nomor 2 pun tidak diterima, sebaiknya pemerintah meminta dari pihak masing-masing agama mendaftar kitab-kitabnya yang sah dan resmi, untuk menetapkan sebuah peraturan bahwa agama itu tidak boleh dicela tentang hal-hal yang tidak terkandung di dalam kitab-kitabnya tersebut.
Suatu hal yang tidak tertera dalam akidah seseorang, tidak dapat dituduhkan atau dicela hanya berdasarkan pada dugaan, khayalan maupun cerita yang bohong belaka. Sebab, tuduhan dan celaan semacam itu hanya akan menambah kebencian serta permusuhan saja.
Sungguhnya, sumber keributan di India adalah perselisihan agama yang disalahgunakan oleh beberapa orang yang menginginkan keributan dengan jalan licik untuk menghasut rakyat terhadap pemerintah. Bila para pengikut suatu agama dihina agamanya--yang sangat mereka cintai--maka, orang-orang lugu dari mereka dengan sangat mudah dapat dihasut melawan pemerintah dengan menyatakan bahwa karena sikap pemerintahlah mereka menderita kesusahan itu. Niscaya mereka pun akan bersedia untuk melawan pemerintah.[]
--
[istghfr-tsbh-slwt-wsslm]
www.RahmatAli.web.id
"Love for All, Hatred for None"
--sent from Gmail.com--
Manusia 'Alay' itu... [Hemm... "Orang yang terlambat", 'kan ya?!]
2/03/2010 07:40:00 PM
Berbagai artikel ttg "Apa itu ALAY?" td memuaskan saya. Hanya link di bawah ini yg bagus. Menurut saya lho.
--
http://artikelindonesia.com/definisi-apa-itu-alay.html
03.09.2009 | Author: Maria | Article Posted in Relasi & Hubungan
akses: "7:10 PM; Feb-3, 2010"
dalam web ini saya akan coba membahas dari Definisi apa sih alay itu? alay atau orang udik atau orang kampung (dalam arti kampungan), menrupakan salah satu gelar yang ngga boleh banget didapetin sama setiap remaja, ya ngga? padahal, pemahaman setiap orang tentang alay itu beda-beda banget. ada beragam penerapan konteks alay/ngalay/dsb :
ngga alay, tapi suka ngalay. misalnya mainan di eskalator sebuah mall.
alay, tapi up-to-date. misalnya emo blok m.
ngga alay, tapi kepedean. misalnya nari-norak di depan umum.
ngga alay, tapi dicap alay. ya itu lah pemahaman yang berbeda, bos!
beberapa pemahaman yang berbeda, membuat status makin ngga jelas. buat orang-orang kelas 1 yang "jahat", alay itu dilihat dari kemampuan ekonomi. buat orang-orang kelas 1 yang "baik", mereka baru ngecap seseoran sebagai alay dari gayanya, ngga peduli tajir apa ngga. untuk yang kelas menengah, alay itu setiap dari mereka yang k4Lo n9eT1k yA b3g!nI n1e3cH. dan untuk kelas bawah, mereka adalah orang yang dicap sebagai alay. kasian deh.
tapi menurut pemahaman gue, ngga begitu. alay itu ngga berdasarkan status ekonomi kok. dan sesungguhnya ngga ada itu yang namanya alay atau orang udik atau orang kampung (dalam arti kampungan). mereka adalah orang terlambat. udah kok, itu doang. mereka cuma terlambat. alasan mereka terlambat pun karena kalo mereka "mencicipi" sesuatu barengan dengan golongan di atas mereka, nanti dianggap sok atau apa lah. sebagai contoh,
waktu booming fs, yang ngview pasti dominan golongan atas. pas booming fb, golongan bawah merajalela di fs.
dulu tULisAn be9iN1 pernah dipake sama banyak golongan atas. tapi ketika disadari itu norak, jadi ngga jaman lagi. akhirnya sekarang dipake sama golongan bawah.
iya kan? mereka itu selalu mendapat dari sisaan golongan atas. karena mereka tidak diberi kesempatan mencicipi, mereka nyobanya pas udah ngga jaman lagi. mungkin beberapa akan mengatakan, "salah sendiri ngga nyobain dari awal!" tapi yah, tekanan dari lingkungan mereka membuat mereka ngga bisa merasakannya, bos. kya emo blok m, mereka dihina-hina kan? tapi pas nanti udah ngga jaman, hinaan yang mereka terima ngga akan seheboh sekarang.
yang jadi pertanyaan, kenapa harus seperti itu? ketika mereka mencoba, kita memarahi. ketika kita tak butuh lagi dan mereka mencoba, kita menghina. lantas apa mau kita? apa ngga bisa untuk tidak terlalu mengurusi orang lain?
sumber: Olgas blogspot
--
Kutipan yg ini lumayan-deh:
http://mynameali.tumblr.com/post/283013865/apa-itu-alay
Mon Dec 14 | Official Tumbleblog of Ali Milando
akses: "7:27 PM; Feb-3, 2010"
SEBENARNYA APA ITU ALAY?
Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak Layu, atau Anak keLayapan yang menghubungkannya dengan anak JARPUL (Jarang Pulang). Tapi yang paling santer adalah anak layangan. Dominannya, istilah ini untuk menggambarkan anak yg sok keren, secara fashion, karya (musik) maupun kelakuan secara umum. Konon asal usulnya, alay diartikan "anak kampung", karena anak kampung yang rata-rata berambut merah dan berkulit sawo gelap karena kebanyakan main layangan.
Koentjara Ningrat:
"Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati, kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar"
Selo Soemaridjan:
"Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu."
--
[istghfr-tsbh-slwt-wsslm]
www.RahmatAli.web.id
"Love for All, Hatred for None"
--sent from Gmail.com--
Mengorbankan Harta di Jalan Allah swt. adalah Bagaikan Memberi Pinjaman kepada-Nya; Tentunya sebagai Pinjaman yang Baik... ;-)
2/02/2010 09:39:00 PMTOPIK khotbah jumat yang Hudhur atba. sampaikan minggu ini, berkisar tentang pengorbanan harta terkait dibukanya Tahun Baru Perjanjian Dana Waqfi Jadid 2010. Di sini, beliau menyinggung tugas orang-orang yang beriman sehubungan pengorbanan harta sebagaimana diajarkan dalam QS 2:246 bahwa dalam niat kita mengorbankan harta di jalan Allah swt. adalah bagaikan memberi pinjaman kepada Allah. Tentunya sebagai pinjaman yang baik; yakni, kita belanjakan harta kita di jalan Allah swt.. Dijanjikan, Dia akan meperlipatgandakan pengembalian tersebut kepada kita lebih banyak. Karena, Allah menyempitkan serta melapangkan rezeki, dan kepada-Nya-lah kita dikembalikan.
Hudhur atba. bersabda bahwa belum pernah ada suatu pergerakan duniawi maupun rohani yang tak lepas tanpa adanya kontribusi keuangan. Suatu organisasi dakwah rohani pun memerlukan dana dalam mengemban misi sucinya, dan memenuhi penghidmatan ataupun bakti dan darmanya terhadap umat manusia.
Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda bahwa pengorbanan atau menginfakkan harta berupa candah bukanlah suatu sistem yang yang pertama diperkenalkan oleh Jamaat ini. Sesungguhnya, kebutuhan dana mengemuka pada zaman sang Nabi Tuhan tersebut yang mengumumkan rencana baru perlunya mengumpulkan dana. Dikatakannya bahwa Hadhrat Rasulullah saw. bersabda, seseorang harus membelanjakan sebagian hartanya sesuai kemampuannya. Pengorbanan harta merupakan suatu sumber kemajuan bagi orang-orang yang beriman dan sarana yang mampu menumbuhkan kesetiaan dan kecintaan terhadap Allah swt..
Di Jemaat kita, ada beberapa Candah wajib, yaitu: Zakat, Candah Aam, Candah Jalsa Salana, dan Candah Wasiyat. Candah yang lain adalah bersifat sukarela dan fakultatif. Zakat merupakan salah satu bagian dari Rukun Islam dan Hadhrat Rasulullah saw. telah membuat aturan khusus untuk sistem ini. Zakat adalah wajib bagi kita sesuai syarat-syarat maupun ketentuan-ketentuan yang berlaku. Di samping pengumpulan zakat, jika memerlukan dana tambahan bagi suatu proyek tertentu, Hadhrat Rasulullah saw. akan memulai rencana khusus untuk menggalang dana.
Tahun 1905, Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mencetuskan program Alwasiyat. Siapa pun yang ikut dalam gerakan tersebut, sepanjang hidupnya, boleh menetapkan dan menjanjikan dana yang akan disumbangkan antara sepersepuluh hingga sepertiga dari harta mereka baik berupa pendapatan rutin maupun harta lain yang bergerak dan tidak bergerak mereka. Tiap yang berwasiyat (musi dan musiah) diharapkan jujur terkait penyebutan harta, aset dan pendapatan mereka sebab perjanjian tersebut dibuat dengan Allah swt.. Karenanya, standar ketakwaan mereka harus senantiasa terus ditingkatkan, harus sanggup melaksanakan kebajikan yang tinggi, harus terdepan dalam meningkatkan nilai-nilai moralitas dan ibadah, dan harus berusaha keras mencapai kedudukan mulia orang-orang yang benar (shôdiqîn). Semoga Allah swt. membukakan peluang baik bagi tiap musi dan musiah untuk meraih standar-standar tersebut. Amin.
Oleh Hadhrat Khalifatul Masih II r.a., hitungan Chanda Aam ditentukan sebesar seperenambelas dari pendapatan rutin seseorang meski awalnya sudah diinisiasi oleh Hadhrat Masih Mau’ud a.s.. Candah itu harus dibayar rutin setiap bulan sekalipun nilainya hanya satu matauang (rupiah). Kemudian secara berangsur-angsur, jumlahnya ditingkatkan, disesuaikan berdasar persyaratan dan ketentuannya.
Kapan pun terdapat kebutuhan dana dalam Jemaat, para khalifahnya langsung menyampaikan program baru yang bertujuan memenuhi kebutuhan tersebut. Ketika Program Perjanjian Dana Tahrik Jadid diluncurkan untuk pertama kali oleh Hadhrat Khalifatul Masih II r.a., saat itu para penentang Jemaat sedang memproklamirkan untuk melenyapkan Jemaat hingga ke akar-akarnya.
Tahrik Jadid lahir adalah untuk menyebarkan dakwah Islam di luar negeri Hindustan (sebelum terpartisi menjadi India, Pakistan, dan Bangladesh—Ed.). Selanjutnya, Waqfi Jadid terbentuk guna penyebaran syiar Islam di bawah panji-panji Ahmadiyah untuk seluruh pelosok daerah dan pedesaan Pakistan, terutama di Provinsi Sindh.
Baik Tahrik Jadid maupun Waqfi Jadid, saat peluncurannya, Hadhrat Khalifatul Masih II r.a. tidak hanya meminta dana, tetapi SDM yang memiliki wawasan pengetahuan dan kerohanian sebagai tenaga wakaf dan voluntir untuk bertablig. Dari tahun ke tahun, para dai yang mendaftar semakin meningkat. Mereka diberikan berbagai diklat berupa standar kecakapan dan keterampilan berdakwah. Kini, institusi yang dimaksud telah mapan, terorganisir rapi, berada di Markas Besar Jemaat Ahmadiyah di Rabwah, Pakistan, dengan nama Madrasah Hafiz Alquran. Lembaga pendidikan setingkat diploma tiga ini bertanggung jawab untuk mencetak para kader calon mualim dan muawwin (mubalig pembantu). Ditambah dengan semakin bertambahnya pula para putra-putri wakaf Ahmadi (Waqfi Nau), sekolah tersebut sedang dikembangkan dalam waktu yang cepat.
Pada awalnya, diluncurkannya Waqfi Jadid ini adalah untuk memenuhi kebutuhan syiar Islam di seluruh pelosok daerah Pakistan saja. Kini, berangsur-angsur, diperluas hingga ke India dan Afrika. Di kekhalifahan yang keempat, Hadhrat Khalifatul Masih IV r.h. yang saat itu sudah berada di London, Inggris Raya, lingkup program Waqfi Jadid menjadi untuk seluruh dunia. Berkat karunia Allah swt., kontribusi dan keikutsertaan warga Jemaat dalam Waqfi Jadid ini terus meningkat tiap tahun.
Kemudian Hudhur atba. melaporkan adanya peningkatan dalam program tablig. Kontribusi Jemaat di negeri-negeri Eropa dan Amerika berperan sangat penting dalam mengorganisir program tersebut. Tapi, ini tidak mengikis pentingnya kontribusi penerimaan dari jemaat negara-negara lain di Afrika dan anak-benua India. Kesadaran mereka mengalami kemajuan di dalam anggaran keuangan mereka sendiri. Hudhur atba. berdoa bagi segenap para Ahmadi yang mengorbankan harta mereka, semoga Allah swt. meningkatkan standar-standar ketakwaan mereka. Amin.
Di bawah program Waqfi Jadid, Hudhur atba. menginformasikan keberlangsungan aktivitas Jemaat Ahmadiyah dalam mendirikan mesjid-mesjid baru. Di samping itu, banyak bertebaran misi-misi Islam yang baru, para imam dikaryakan dan diberikan diklat, dan ada pula yang berbondong-bondong masuk atau baiat ke dalam Islam. Melalui program tablig, ada gelora kebangkitan pada alam pikir dan hati orang-orang untuk mau lebih banyak lagi melakukan pengorbanan harta. Hudhur atba. banyak menceritakan peristiwa spiritual di Afrika terkait pengkhidmatan para misionaris kita di sana.
Untuk Tahun Baru Perjanjian Dana Waqfi Jadid, Hudhur atba. mengumumkan telah terkumpul dana selama setahun terakhir ini sebanyak 3,531 juta poundsterling Inggris. Berikut adalah 10 besar negara-negara Jemaat dalam kontribusi Waqfi Jadid: 1. Pakistan (plus 8 ribu para Ahmadi yang baru baiat—Mubayyi’in Baru); 2. Amerika Serikat; 3. Inggris Raya (plus 2 ribu Mubayyi’in Baru); 4. Jerman; 5. Kanada; 6. India (standar pengorbanan harta alami peningkatan); 7. INDONESIA; 8. Australia (naik dari peringkat 10 pada tahun lalu); 9. Belgia; 10. Perancis dan Swiss.
Hudhur atba. berdoa, semoga Allah swt. berkenan meningkatkan rezeki kita yang telah melakukan pengorbanan harta di jalan-Nya. Semoga Allah swt. berkenan meningkatkan keberuntungan dan kedekatan kita kepada-Nya. Semoga Allah swt. memperkenankan kita memajukan misi Islam yang Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bawa. Amin.
Di akhir khotbah, Hudhur atba. menyampaikan berita duka atas syahidnya warga Ahmadi di Lahore, Pakistan, pada tanggal 5 Januari 2010. Yang menjadi syahid adalah Profesor Muhammad Yusuf (70). Almarhum syahid karena dibunuh oleh dua orang bersenjata api yang mengenakan topeng. Almarhum syahid saat sedang berada di toko grosir sembako milik puteranya yang tak jauh dari rumah Almarhum sendiri di Rachna Town. Kejadiannya adalah saat dua orang yang mengendarai sepeda motor itu mendekati toko, seketika itu pula mereka menembak Almarhum Yusuf dengan dua kali tembakan. Sesudah itu, dua pelaku melarikan diri. Begitu terdengar suara tembakan, salah seorang putra Almarhum lari menuju toko dan menemukannya dalam keadaan terluka yang serius. Almarhum Professor Yusuf meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit setempat.
Almarhum Profesor Yusuf merupakan seorang pribadi yang sangat mencintai dan terkenal di kalangan Jemaat. Almarhum mengkhidmati Jemaat dalam berbagai sikon dan kesempatan. Di samping kedudukannya sebagai Musi, Almarhum pernah dipenjara oleh Pemerintah Pakistan hanya karena ia diketahui sebagai seorang Ahmadi. Almarhum meninggalkan seorang isteri, dan empat anak laki-laki serta satu perempuan. [Innâ li `l-Lâhi wa innâ ilaihi rôji’ûn].● (Alislam.org; Rahmat Ali—Kebayoran, 2 Februari 2010)
Fwd: Surat dari Surga
1/18/2010 12:40:00 PMMonica Petra sent a message to the members of Hold my hand.
--------------------
Subject: Surat dari Surga
Kepada Yth. Allah di Surga
Dengan Hormat…
Tuhan, aku ingin tahu…
Mengapa Kau ijinkan hal-hal yang tidak adil terjadi di dunia ini?
Mengapa aku harus memberikan pipi yang kanan jika ditampar pipi yang kiri?
Mengapa aku harus mencintai musuhku?
Mengapa sepertinya aku harus selalu mengalah walau dirugikan?
Mengapa aku harus bersabar atas banyak hal yang tidak menyenangkan?Tolong Tuhan, jawab aku biar aku mengerti, karena aku merasa sangat lelah menganggung semua ini.
Reply from Heaven :
Anak-Ku terkasih, tidakkah kau sadari bahwa mataKu selalu tertuju padamu?
Aku tahu saat kau diperlakukan tidak adil. Aku melihat saat air matamu mengalir menahan perasaan jengkel yang tak terucapkan. Aku bahkan ikut merasakan kepedihan hatimu saat kau dikecewakan.
Tapi tahukah kau bahwa Aku semakin mengasihimu saat Aku melihat kau memaafkan orang lain yang menyakitimu dan bukannya membalas keburukan mereka? Dan melihatmu bersabar atas sikap jahat yang mereka tujukan padamu membuatKu sangat marah.
Aku ijinkan semua itu terjadi supaya kau terlatih makin hari makin sempurna dan menyerupai Aku. Tapi, pada saatnya Aku akan menggantikan semuanya dan memberkatimu sesuai kemuliaan dan kekayaanKu.
Aku akan membukakan bagimu pintu-pintu berkat di mana tak ada seorangpun bisa menutupnya. Dan Aku akan memberikan padamu kesempatan-kesempatan emas di mana tak seorang pun bisa mengambilnya.
Dan Aku telah melihat betapa jahatnya perbuatan mereka, dan akan membuat perhitungan dengan mereka yang tak dapat kau bayangkan.
Jadi, anakku janganlah kau berpikir bahwa Aku mengabaikanmu, karena sesungguhnya mataKu ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.
Love,
Tuhanmu
- Michael Budi N -
--
[istghfr-tsbh-slwt-wsslm]
www.RahmatAli.web.id
"Love for All, Hatred for None"
--sent from Gmail.com--
Ahh...Itu-sih Terjebak dalam Romantisme Masa Silam
1/17/2010 03:59:00 AM4:00 WIB; 17/01/2010
Curhat nih.
Kita sadar bahwa hal ini pun menjadi realitas sosial di sekeliling kita. Kadang, para 'oknum' generasi [yang merasa] tua, selalu saja menghakimi atau (yaa...katakanlah) 'terlalu mudah mengambil kesimpulan' dari sikap generasi yang lebih muda dengan alasan 'mengawal' serta 'demi kebaikan' generasi muda itu sendiri. Padahal, jangan-jangan, na'uudzu bi 'l-Laahi min dzaalik, jika ditelusuri, sebenarnya mereka takut kewibawaannya terancam, kekuasaannya terusik, dan sebagainya. Hehe...
Sesungguhnya KETAKUTAN itu nyata dan harus diakui karena tak ada orang yang lahir, bebas dari rasa Takut. Kebanyakan Rasa Takut bersifat Psikologis dan bersumber dari Imajinasi atau Ilusi yang salah arah/Negatif. Karena Dasar Berpikir Negatif yang menghancurkan Rasa Percaya Diri adalah KETAKUTAN dan didukung dengan ALASAN sebagai Pupuk yang menyuburkan Rasa Takut dan Menghilangkan Rasa Percaya Diri.
Rasa Ketakutan bersumber dari: Rasa Takut terhadap hal yang belum terjadi; Rasa Takut Kehilangan apa yang dicintai (jasmani dan rohani); Rasa Malu untuk bertindak; Rasa Rendah Diri; Rasa Superior (merasa lebih dari yang lain (jasmani dan rohani). (http://adf.ly/18he; 3:58 17/01/2010)
Maka--walhasil, jadilah generasi muda kadang dibatasi, dibungkam, dan seterusnya. Padahal, mestinya mereka haruslah membiarkan proses alam ini terjadi, supaya ada regenerasi. Supaya nanti, generasi muda tersebut bisa berkembang dengan baik. Jaga-sih jaga, kawal mbok-ya-kawal, tapi tetaplah kita buka pintu [kesempatan] dialog dan komunikasi yang ajeg, elegan, santun, dan raĥmatan li 'l-'Aalamiin. ('ngutip dari http://adf.ly/18gs; 3:16 17/01/2010)
If we could raise one generation with unconditional love, there would be no Hitlers. We need to teach the next generation of children from Day One that they are responsible for their lives. Mankind's greatest gift, also its greatest curse, is that we have free choice. We can make our choices built from love or from fear.Persoalan muncul, ketika generasi tua menilai habitus generasi muda-tertentu sebagai "kurang asyik" ataupun "tidak religius" atau "melawan struktur". Dari sini terbit kesan seolah-olah--misalnya: sosialita atau berjejaring di internet--mencemaskan, padahal sejatinya generasi [yang merasa] tua-lah yang tengah kehilangan "dunia lama" mereka. Mereka memang ikut memakai gadget atau perangkat digital (whatever), tetapi jiwanya masih tertambat pada adfontes atau romantisme masa silam. Melihat masa lampau sebagai masa depan. Ya Allah, repot 'ngga yah kalo kayak gitu? (http://adf.ly/18hJ; 3:38 17/01/2010)
--Dr. Elizabeth Kubler-Ross
('ngutip dari http://adf.ly/18gu; 3:15 17/01/2010)
Bagaimana menurut Anda?
--
[istghfr-tsbh-slwt-wsslm]
www.RahmatAli.web.id
"Love for All, Hatred for None"
--sent from Gmail.com--
Fwd: LOMBA KARYA TULIS TINGKAT NASIONAL
1/13/2010 09:32:00 AMSahabat2, ini ada info lomba karya tulis tingkat nasional. silakan yang berminat untuk langsung berhubungan dengan panitia, atau mempelajari info berikut ini:
LOMBA KARYA TULIS TINGKAT NASIONAL
KRITERIA LOMBA KARYA TULIS
- Lomba penulisan Puisi.
- Lomba penulisan cerpen.
- Lomba karya tulis lingkungan hidup.
- Lomba karya tulis Anti penggunaan Narkoba.
- Lomba karya tulis pariwisata dan budaya.
- Lomba karya tulis kesehatan masyarakat.
- Lomba slogan / jargon dan karikatur anti madat dan anti narkoba.
- Lomba karya tulis pendidikan. ( Tema khusus )
TEMA LOMBA
- Untuk Puisi & Cerpen temanya bebas.
- Untuk Karya Tulis Lingkungan Hidup tema bebas.
- Untuk Karya Tulis Anti Penggunaan Narkoba temanya bebas.
- Untuk Karya Tulis Pariwisata dan Budaya temanya bebas.
- Untuk Karya Tulis Kesehatan Masyarakat temanya bebas.
- Untuk Slogan/ jargon dan karikatur anti madat dan anti narkoba tema bebas.
- Khusus Untuk Tema karya tulis pendidikan, utusan peserta mahasiswa :
• Peran serta mahasiswa dalam pendidikan Nasional.
• Pemuda generasi penerus bangsa dalam mengisi pembangunan.
• Kehidupan sosial mahasiswa dalam dunia kampus.
- Khusus Untuk karya tulis pendidikan peserta pelajar dengan tema :
• Pendidikan nasional.
• peran serta pelajar dalam mengisi pembangunan.
• Pelajar berkarya dan berprestasi.
SYARAT PESERTA LOMBA :
• Usia 12 – 18 tahun ( kelompok remaja / pelajar )
• Usia 17 – 28 tahun ( kelompok mahasiswa )
• Untuk peserta Guru & Umum Usia tidak terbatas
• Mengisi formulir pendaftaran
• Melampirkan foto ukuran 4 x 6 satu lembar
• Menyertakan hasil karya tulis sesuai kriteria lomba yang di ikuti
• Setiap kriteria lomba dengan satu pendaftaran / satu regristrasi peserta, jika mengikuti lebih dari satu kriteria lomba, diwajibkan mendaftarkan kembali sesuai dengan jenis lomba yang diikuti sesuai pendaftran.
BIAYA PENDAFTARAN
- Tingkat SMP : Rp. 20.000,-/ orang
- Tingkat SMA : Rp. 25.000,- / orang
- Tingkat PT : Rp. 30.000,-/orang
- Untuk Umum : Rp. 30.000
- Kelompok (max 2 org) Pelajar : Rp. 40.000,-
- Kelompok (max 2 org) PT : Rp. 50.000,-
- Kelompok (max 2 org) Umum : Rp. 50.000,-
- Tingkat Guru : Rp. Rp. 50.000,-/ Orang
CARA PENDAFTARAN DAN KETENTUAN TAMBAHAN.
• Seluruh berkas karya tulis dari setiap peserta lomba sudah harus masuk ke sekretariat panitia sesuai batas waktu yang telah ditentukan (Tgl. 27 Maret 2010).
• Bagi peserta yang mewakili sekolah, dapat memasukkan seluruh hasil karya tulisannya secara kolektif melalui tempat pendaftaran yang telah ditentukan, atau dapat mengirimkan langsung ke alamat sekretariat panitia lomba.
• Atau langsung melalui situs : www.AJA-visioninternasional.com
KETENTUAN PENULISAN
• Hasil karya tulis minimal 2000 kata.
• Dengan 1. ½ spasi.
• Bentuk huruf tulisan bebas, ukuran 12, dan margin sesuai standar 3, 3, - 4, 4, ( Kertas A4 )
• Untuk karya tulis puisi dan cerpen tanpa syarat, (penulisan bebas sesuai ide dari penulis)
• Hasil karya dapat dijilid dan dikirimkan ke alamat panitia lomba.
• Atau kirimkan via email ; vision.indonesia@yahoo.com
• Pendaftaran dapat dilakukan secara online, dan bukti transfer dan foto di sertakan dengan cara mengupload saat pendaftaran di menu regristrasi.
HADIAH
- Tropi Mendiknas
- Tropi Menkes
- Tropi Sponsor
- Total hadiah Rp. 500.000.000,-
Alamat sekretariat Panitia lomba :
PT.aja vision international Network.
Jl. Prof.Ir.Johanes ( SAGAN ) GK V / 1062, Kav. A Utara galeria Mall, Yogyakarta.
Tlp. 0274-520106, email ; vision.indonesia@yahoo.com
• Hp. 0819839421, 081392999621, 085747969706, 0274-9300824, 088802879626, 08812771638.
Rekening BANK Panitia ;
Atas nama Ir. Tri Harwono,MT.
Bank BCA : 4564857655. Bank MANDIRI: 1370005093444. Bank BNI:0168061665.
Bank BRI:0029-01-086485-50-1. Bank BPD: 040211002177.
Pendaftaran Secara On Line
Klik Disini :
http://aja-visioninternational.com/registrasi/
www.AJA-visioninternasional.com
www.AJA-visioninternasional.com
--
[istghfr-tsbh-slwt-wsslm]
www.RahmatAli.web.id
"Love for All, Hatred for None"
--sent from Gmail.com--
Puisi 'Kemarau Hati' (was Fwd: [puisicinta2000] "Kemarau Hati")
1/09/2010 09:36:00 PMDan kini aku ditemani separuh bulan
Mulai lah kurapikan serak kata yang terburai
Ingin kurangkai menjadi cerita
Tentu saja ini cerita tentangmu
Tentang embun yang menetes dipucuk dedaunan
Kala itu dijemput oleh kehangatan matahari
Terbawa serta dalam iringan doa
Agar ia pulang kemari
Lalu aku nyanyikan satu nada
Lengking dengan pelu serta lara
kulantunkan pula
Tarian kesedihan hati
Sebab dirimu telah menciptakan
Kemarau panjang didalam hati
Sungguh tak kan sesempurna ini
Jika itu bukan dirimu
Debur cinta takkan meninggalkan jejak luka
Dan mengeringkan seisi air mata
Jauh berlalu kucari dalam pacu serbuan waktu
Kutetapkan hatiku agar kau tahu
Bahwa takkan ada yang menyamai
Kisahmu didalam hati
"Kemarau Hati", Jan 2010, "Lena"
Jika Seseorang Mendengar Sesuatu Hal Baru, Jangan Ia Langsung Bersikap Menentangnya...
1/07/2010 11:40:00 AMDalam realitasnya, seseorang tidak akan meninggalkan pola berpikir lamanya hingga ia mulai berpikir jernih, mendengar dengan penuh perhatian, dan memperhatikan secara cermat segala aspek suatu masalah. Karena itu, jika seseorang mendengar sesuatu hal baru, jangan ia langsung bersikap menentangnya. Adalah menjadi kewajiban bagi dirinya untuk mempertimbnagkan segala aspek permasalahan secara teliti, jujur, dan adil. Terlebih lagi, ia sepatutnya menelaahnya dengan perasaan takut akan Tuhan yang melambari pemikirannya.
--M. IV/1, London 1984; AQKh/19960712; kata kunci: 'hal baru', 'berpikir', ... --
QR-Code
Ke SANA yuuukkkkzzz!!!! (Ada Kuliah Umum Filsafat "Hermeneutika Kecurigaan", 'Coy!)
1/05/2010 03:32:00 PMPaul Ricoeur, Friedrich Nietzsche, Sigmund Freud, dan Karl Marx
Setiap Sabtu, Januari 2010, 16:00 WIB/
Serambi Salihara
Paul Ricoeur, seorang tokoh hermeunetika kontemporer menyebut tiga pemikir besar, yakni Sigmund Freud, Karl Marx, dan Friedrich Nietzsche, sebagai pendahulu metodologi hermeneutika yang disebut sebagai hermeneutika kecurigaan. Freud mencurigai terbentuknya teks sebagai berasal dari alam ketaksadaran manusia, Marx meletakkannya sebagai produk ekonomi dan politik, sementara Nietzsche merujuk sebab-musababnya pada kehendak ingin berkuasa.
Apa yang dimaksud hemeneutika kecurigaan itu? Apa saja alasan-alasan Paul Ricoeur? Dan bagaimana hemeneutika bekerja dalam pandangan Sigmund Freud, Karl Marx, dan Friedrich Nietzsche? Selama empat minggu berturut-turut, selain mengulas pandangan tokoh-tokoh tersebut dalam lingkup hermeneutika kecurigaan, kuliah umum ini juga menggali pandangan filsafat dari masing-masing tokoh tersebut.
Kuliah Umum Filsafat ini akan digelar di Serambi Salihara setiap hari Sabtu di bulan Januari 2010 pada pukul 16.00 -18.00 WIB.
Kuliah ini terbatas, untuk mengikutinya silakan mengirim email pendaftaran ke melan@salihara. org atau riaudita@yahoo. co.id
Sabtu 09 Januari 2010, pukul 16.00 WIB
Hermeneutika: Pengantar Umum dan Teori Hermeneutika Paul Ricoeur
Haryatmoko /
Sabtu 16 Januari 2010, pukul 16.00 WIB
Tentang Friedrich Nietzsche
Setyo Wibowo /
Sabtu 23 Januari 2010, pukul 16.00 WIB
Tentang Sigmund Freud
Bagus Takwin /
Sabtu 30 Januari 2010, pukul 16.00 WIB
Tentang Karl Marx
Goenawan Mohamad /
--
"Love for All, Hatred for None"
Rangking Kekuatan Militer (was Re: [ahm***] Re: Kiamat 2012? Bukannya sudah!)
12/31/2009 06:26:00 PM2 China
3 Russia
4 India
5 U.K.
6 France
7 Germany
8 Brazil
9 Japan
10 Turkey
11 Israel
12 South Korea
13 Italy
14 Indonesia
15 Pakistan
16 Taiwan
17 Egypt
18 Iran
19 Mexico
20 North Korea
21 Sweden
22 Greece
23 Canada
24 Saudi Arabia
25 Ukraine
26 Australia
27 Spain
28 Thailand
29 Denmark
30 Poland
[AFC] Tips Mengikis Kebosanan (BeTe nih-ye...!)
12/22/2009 07:57:00 AM
HAMPIR setiap orang pernah mengalami rasa bosan yang biasanya ditandai dengan kejenuhan, buntu, tak tahu harus berbuat apa, tak bergairah. Bila kebosanan tak segera teratasi maka biasanya diikuti oleh rasa kesal, kecewa, malas, merasa tak dihargai, dan sebagainya. Tentu kita tak semestinya berlarut-larut dalam kebosanan. Bukan saja karena kebosanan membuat anda tidak produktif, bosan bisa membuat anda kehilangan kesempatan, memiliki berprasangka buruk dan emosi negatif lain. Ini akan merugikan anda sendiri. Berikut ada beberapa tips ringan untuk mengikis rasa bosan sebelum kebosanan menelan anda mentah-mentah.
Kenali kebosanan Anda
Seringkali kita mencampur-adukkan kebosanan dengan perasaan-perasaan lain, seperti kecewa, jengkel pada orang lain, merasa tak berharga, dan lain sebagainya. Langkah terutama dalam mengatasi kebosanan adalah mengenali mengapa kita bosan. Bertanyalah pada diri sendiri dan cari tahu mengapa kita bosan. Apakah kita bosan karena telah melakukan hal yang sama terus-menerus? Atau anda bosan karena berselisih paham dengan orang lain (misal: atasan) sehingga anda kecewa, lantas anda tak bergairah dan bosan? Bosan hanya akibat bukan sebab, karena itu carilah penyebabnya, lalu coba untuk mengatasinya.
Bergeraklah, berkeringatlah!
Apa pun penyebab rasa bosan, anda dapat mengikis kemalasan atau perasaan kurang bergairah dengan cara tetaplah bergerak. Lakukan sesuatu yang membuat anda bergerak dan berkeringat. Lakukan sendiri, namun lebih baik lagi bila anda lakukan bersama pasangan atau teman-teman anda. Anda bisa bekerja fisik (misal: menguras bak mandi, membersihkan gudang, mengepel lantai,dll.), berolahraga dan bermain (misal: sepak bola, basket, tenis, dll.), atau melakukan apa saja yang membuat tubuh anda bergerak dan berkeringat. Meski kecut, berkeringat hingga basah kuyup membantu menyegarkan pikiran dan jiwa anda. Setelah itu anda akan temukan kegairah yang akan mengatasi kebosanan anda.
Beristirahatlah dan bergembira
Mungkin kebosanan anda disebabkan oleh kelelahan fisik dan pikiran. Untuk itu jangan merasa bersalah untuk mengambil waktu istirahat. Bila anda kurang tidur, maka cukupkan kebutuhan tidur anda. Namun jangan lantas anda mengisinya dengan bermalas-malasan, isilah waktu istirahat dengan kegiatan yang menumbuhkan kegembiraan. Mendekat ke alam (misal: berjalan-jalan di gunung, tidur di alam bebas, bersantai sambil menikmati ikan di kolam, dll.) atau bermain-main dengan anak-anak adalah cara beristirahat sekaligus bergembira.
Hayati apa yang anda lakukan
Sebenarnya jarang sekali kita bosan karena melakukan sesuatu yang sama berulang-ulang. Yang umum terjadi, kebosanan menyebabkan kita tidak menghayati apa yang sedang kita lakukan. Untuk mengikis kebosanan, coba hayati apa yang anda lakukan, nikmati setiap detil pekerjaan anda, perhatikan lebih sungguh-sungguh tugas anda. Di saat anda menghayatinya, anda bisa menemukan sesuatu yang baru yang mungkin terlewati. Menghayati berarti menyertakan hati dan pikiran pada pekerjaan anda. Bila anda tak mampu menghayati, anda perlu mencari sesuatu yang baru. Misal, bila anda memiliki banyak koleksi buku dan tak terlalu terrawat, cobalah menyampuli buku-buku anda. Temukan makna penghayatan di saat anda menyampuli setiap buku anda.
Ubah kebiasaan anda
Atasi rutinitas anda dengan melakukan sesuatu dengan cara berbeda. Misal, bila anda biasa datang ke kantor pada jam 8 pagi, maka cobalah untuk datang jam 6 pagi. Rasakan betapa berbedanya. Atau, bila anda bekerja di pabrik dan tak pernah bekerja pada shift malam, cobalah untuk bekerja pda shift malam. Ini menumbuhkan fleksibilitas/kelenturan diri anda, sekaligus untuk menemukan hal-hal yang baru. Bila anda selalu makan di kantin, cobalah untuk makan di dapur kantin, pasti ada beberapa rekan yang lebih memilih makan di dapur ketimbang di meja makan kantin. Lakukan dengan berbeda, mungkin hasilnya sama saja, namun anda akan mengalami sesuatu yang berbeda.
Cobalah melakukan sesuatu yang baru
Ini adalah tips umum yang banyak dianjurkan untuk mengatasi kebosanan. Ya, temukan sesuatu yang baru yang membangkitkan gairah anda. Ingat: yang membangkitkan gairah anda. Karena itu pikirkan dan pilihlah apa yang ingin anda lakukan dengan cermat. Lakukan sesuatu yang membuat anda bergerak, menciptakan sesuatu dari tangan anda, atau memelihara kehidupan. Misal: belajarlah membuat kandang merpati, pagar tanaman, menjahit kain perca, membuat origami, dll.
Lakukan kembali apa yang pernah anda lakukan dulu
Ingat-ingat apa yang yang pernah anda lakukan dulu, dan anda mendapatkan kegembiraan dari sana, tak ada salahnya anda melakukannya lagi. Misal, bila sewaktu remaja anda senang mendaki gunung, dan kini tak pernah anda lakukan, coba untuk mencari kesempatan mendaki gunung lagi. Bila anda pernah memainkan gitar, dan kini hampir lupa bagaimana caranya, pinjamlah gitar lalu pelajari kembali kesenangan anda itu. Siapa tahu ternyata anda masih lihai memainkannya.
Pererat dan perluas hubungan sosial anda
Ada orang mengaku bosan, padahal ia kesal pada seseorang. Dalam hal ini yang perlu diatasi adalah kekesalannya dengan memperbaiki hubungannya. Rekat kembali hubungan tersebut, kekesalan pun mereda, dan kebosanan akan teratasi. Namun, toh bila anda memang sedang bosan, coba hubungi teman-teman lama anda. Ini akan membangunkan gairah diri anda. Meski hanya sekedar bercakap-cakap, anda bisa menemukan sesuatu yang baru yang bisa anda kerjakan bersama-sama. Cobalah memperluas hubungan anda. Bila anda tak pernah melakukan ronda di lingkungan anda, cobalah ikut meronda (meski mungkin hanya bersama petugas keamanan) namun rasakan betapa berbedanya perasaan itu.[] (AFC)
--
[istghfr-tsbh-slwt-wsslm]

